foto-foto aktiviti dakwah dan kemanusiaan

foto-foto aktiviti dakwah dan kemanusiaan
Showing posts with label palestin. Show all posts
Showing posts with label palestin. Show all posts

Monday, January 4, 2010

JERITAN DARI SDR KITA DI GAZA, DIDENGARI ATAU ...???

IKRAR: (Ikatan Kebajikan Rakyat). Badan bebas dan non partisan. Fokus kepada nasib dan kebajikan rakyat.


Foto: Ceramah di Masjid AL HANA Kuah, Langkawi.."Bencana alam di Padang dan bencana kemanusiaan di beberapa wilayah umat Islam.."

5 Jan
 Berita ngeri seperti ini bagaikan hiburan telinga dan mata bagi sebahagian umat Islam. Mereka terlalu lemah untuk berfikir dan jauh sekali untuk bertindak. Begitu kuatnya akibat serangan pemikiran terhadap umat ini maka berita ini seperti belum dapat membangunkan umat dari tidurnya. Sampai kapan saya bingung ketika seorang tua bertanya kepada saya selepas saya memberi ceramah tentnag nasib umat? Air mata dan kemarahan bagaikan sebuah muara meredam emosi semata. Umat bagaikan sudah dibius kaku. Indera hanya untuk kegunaan sendiri sahaja dan mereka tidak mampu berbuat apa-apa sekalipun hidung mereka dihinggapi lalat.

Aduhai sdr, bangunlah dan bangunlah!!, sdr mu mengerang kelaparan kerana tidak ada makanan dan di waktu yang sama perut kamu yang buncit seperti bakul sampah penyimpan makanan. Bukalah mata dan telinga mu!! Dengarkanlah rintihan ini!!





Anak Gaza Kelaparan, Makan Rumput Untuk Bertahan Hidup

Senin, 04/01/2010 08:17 WIBCetak |  Kirim |  RSS
Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.
Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.

Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun! (sa/poj)



Sunday, September 27, 2009

KENYATAAN KE 3 DARI KHALED MESYAL..

IKRAR: (Ikatan Kebajikan Rakyat). Badan bebas dan non partisan. Fokus kepada nasib dan kebajikan rakyat.

Kenyataan ini amat penting kerana ada kaitannya dengan perbezaan asas perjuangan HAmas dan Fatah dan begitu juga dengan konsep faham menghormati agama lain. </font> Islam menghormati perbezaan pandangan dan agama selagi masih dalam toleransi yang diizinkan syara'. Bagi saya para pejuang kebenaran dan keadilan di Malaysia juga harus mengambil fakta ini. Dalam suasana perang dan amat teruk di Palestin , Hamas masih punya dasar yang jelas dan berdisiplin dengan dasar tersebut. Apa yang terjadi di Selangor baru-baru ini, bagi saya adalah trajedi dari kegopohan sesetengah pihak yang begitu ghairah. Mereka tidak sabar untuk mengutip buahnya kata Hasan Albanna. Tegas beliau lagi.."Jika ada di antara sdr yang ingin mengutip buah/hasil sebelum waktunya maka, carilah jemaah/grup lain...!!!". Peringatan ini sebenarnya adalah peringatan yang jujur dari seorang mursyid yang dapat melihat dan membaca situasi umat pada waktu ini. Begitu juga ketika Mustafa Masyhur ditanya kenapa Ikhwan Muslimin tidak merampas sahaja Mesir dari Hosni Mubarak..Apa jawab beliau.." Kami boleh mengambil Mesir pada hari ini, tetapi besuknya USA yang merampasnya dari kita"..Ini pandangan dari tokoh yang berpengaruh di dunia Islam yang gerakannya berada di seluruh pelusuk bumi ini. Oleh itu..kepada para pejuang yang bersemangat, lihatlah dan rujuklah buku-buku muktabar agar sdr semua tidak tersesat dan tumbang di tengah jalan. Perhatikan kenyataan Kahled (yang juga merupakan anak didik Ikhwan...)..

Wawancara Ekslusif dengan Khaled Mesyal (3): Kami Menolak Israel Karena Mereka Adalah Penjajah, Bukan Karena Yahudi

Minggu, 27/09/2009 19:53 WIB
Ada perbedaan besar antara perjuangan Hamas dan Fatah. Menurut Khaled Mesyaal—ketua Biro Politik Hamas—perjuangan Hamas adalah untuk membela rakyat Palestina sepenuhnya, sedangkan Fatah, menurutnya, ikut andil dalam segala hal yang terjadi di Gaza.
Berikut ini kutipan wawancaranya bagian terakhir yang disarikan dari Ikhwan Web.
Sebenarnya seperti apa peta perjuangan Hamas dan dimana pula posisi Fatah? Beberapa faksi di Palestina telah terinspirasi oleh nasionalisme Arab, Marxisme atau Leninisme, dan liberalisme. Meskipun kami sangat percaya bahwa gagasan-gagasan ini asing bagi kami dan telah gagal untuk memenuhi aspirasi mereka, kami bersikeras bahwa rakyat adalah wasit terakhir untuk menentukan pemimpin mereka dan oleh siapa rakyat ingin diatur. Dengan demikian, pilihan rakyat adalah pilihan terbaik untuk menyelesaikan Palestina kita. Apa pun yang rakyat pilih harus dihormati. Hamas berusaha memberikan kemampuan terbaik untuk melindungi hak asasi manusia dan kebebasan sipil dari afiliasi Fatah dan semua faksi lain di Jalur Gaza. Sebaliknya, rakyat Palestina di Tepi Barat di bawah pendudukan Israel dan Otoritas Palestina di Ramallah terus ditolak hak-hak dasarnya. Lebih dari 1.000 tahanan politik, termasuk mahasiswa, dosen universitas dan profesional di segala bidang dikejar-kejar, ditahan dan disiksa, kadang-kadang sampai mati, oleh Amerika, Inggris dan Uni Eropa dan Otoritas Palestina. Apakah Anda percaya adalah mungkin untuk menyatukan kembali rakyat Palestina? Jika demikian, bagaimana menurut Anda hal ini bisa dilakukan dan dalam skala waktu macam apa? Sangat mungkin untuk menyatukan kembali Palestina. Agar ini terjadi, ada dua hal yang diperlukan.
Pertama, intervensi dan tuntutan asing harus berhenti. Rakyat Palestina harus dibiarkan untuk menghadapi perbedaan-perbedaan mereka sendiri tanpa tekanan eksternal.
Kedua, semua pihak Palestina harus menghormati aturan pilihan rakyat yang demokratis dan tunduk pada hasil.
Hamas menolak untuk mengakui Israel seperti sering dikutip dan itu dianggap sebagai rintangan yang dapat menghambat penyelesaian damai. Hal ini hanya digunakan sebagai alasan. Israel tidak mengakui hak-hak rakyat Palestina, namun itu tidak pernah dianggap sebagai hambatan. Kenyataannya adalah bahwa Israellah satu-satunya yang menempati tanah dan memiliki kekuatan lebih banyak. Alih-alih bertanya kepada Palestina yang merupakan korban, adalah Israel yang penindas, yang harus diminta untuk mengakui hak bangsa Palestina.
Di masa lalu, Yasser Arafat mengakui Israel, tetapi gagal mencapai banyak hal. Hari ini, Mahmoud Abbas mengakui Israel, tapi kita belum melihat adanya perbedaan yang dijanjikan dari proses perdamaian.Israel mengakui terus di bawah tekanan. Dalam kenyataaan, sama sekali tidak ada tekanan terhadap Israel oleh orang Arab atau oleh masyarakat internasional. Tidak adan ada penyelesaian yang berhasil. Apakah Anda memiliki sebuah "peta jalan" dan langkah-langkah yang realistis dapat mengarah pada penyelesaian damai dan konflik? Apakah Anda berpikir orang-orang Yahudi, Muslim dan Kristen dapat hidup bersama dalam damai di Tanah Suci suatu hari kelak? Kami, dengan Hamas, percaya bahwa yang realistis untuk penyelesaian damai konflik harus dimulai dengan perjanjian gencatan senjata antara kedua belah pihak berdasarkan penarikan penuh Israel dari semua wilayah yang diduduki pada tahun 1967. Kekerasaan pendirianIsrael pendirian kurangnya kemauan untuk bertindak dari masyarakat internasionallah yang menghalangi penyelesaian ini. Kami percaya bahwa konflik Palestina bisa selesai jika rakyat kami bebas dan kembali ke tanah kami.
Perlu ditegaskan kembali di sini bahwa kami tidak menolak Israel karena mereka orang Yahudi. Secara prinsip, kami tidak memiliki masalah dengan orang-orang Yahudi atau Kristen, tapi punya masalah dengan orang-orang yang menyerang kami dan menindas kami.
Selama berabad-abad, Kristen, Yahudi dan Muslim hidup berdampingan secara damai di bagian dunia. Kolonialisme itu diberlakukan pada kawasan (Palestina) ini karena Eropa, dan Israel adalah hasil dari penindasan terhadap orang-orang Yahudi di Eropa dan bukan dari setiap masalah yang ada di tanah Islam. Menurut Anda, apa peran negara-negara lain, khususnya AS, Uni Eropa dan Britania, yang saat ini sedang berada di tengah konflik Palestina-Israel dan perpecahan antara Palestina? Peran yang dimainkan oleh semua pihak sejauh ini, negatif. Sikap terhadap kejahatan Israel terhadap rakyat kami dibiarkan saja atau telah terjadi kolusi. Kebijakan dan posisi yang diambil oleh pihak-pihak ini telah memberi kontribusi pada divisi di Palestina. Beberapa pihak internasional secara langsung terlibat dalam menekan karyat kami di Tepi Barat.Kami merasa sangat prihatin terhadap laporan bahwa pemerintah Inggris, secara langsung maupun tidak langsung, dengan sarana keamanan dan pensiunan tentara, polisi dan petugas intelijen, sepenuhnya terlibat dalam program yang dipimpin oleh Jenderal Dayton terhadap Hamas di Tepi Barat. Apa yang harus dilakukan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Britania untuk membantu penyelesaian damai? Mereka harus hanya menegakkan hukum internasional –pendudukan adalah ilegal aneksasi Yerusalem Timur adalah ilegal, permukiman ilegal, dinding apartheid ilegal, dan pengepungan Gaza adalah ilegal. Namun tidak ada yang dilakukan (oleh mereka). Hamas membela untuk keadilan. Tujuan itu sebagai salah satu untuk membuka diri kepada dunia.

Wednesday, August 19, 2009

KAMI AKAN KE GAZA, PALESTIN DALAM BULAN RAMADHAN INI..







HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)



20 OGOS



IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)
36, Kg. Batu 9, Jalan Jelapang,31200 Chemor,Perak,Malaysia
www.hr9808.blogspot.com. emel: hr9808@gmail.com
Tel:+6222-6633957 (IND) hp:+6281573456728 (IND) +60123333825 (MLY)

Per: Derma dan zakat untuk saudara-saudara kita di Palestin.

Sempena kehadiran Ramadhan pada tahun ini, kami mengambil kesempatan untuk meneruskan usaha membantu saudara-saudara kita di Palestin. Pihak kami akan berangkat dijangkakan dalam minggu pertama pada bulan Ramadhan bagi memberi kesempatan kepada umat Islam seluruh Malaysia mengeluarkan zakat yang disampaikan langsung kepada wakil NGO yang rasmi di Gaza.Palestin.(Laporan dan dokumentasi penyerahan akan kami sertakan dalam blog kami).

Semoga surat yang singkat ini dapat dijadikan pesanan murni buat saudara semua yang rasanya soal keperitin hidup saudara-saudara kita di Palestin sudah tidak perlu diulang-ulangkan lagi kerana hampir setiap hari ada sahaja yang terkorban akibat kezaliman Israel. Suasana girang gembira di tanah air bersama dengan anak dan isteri adalah mustahil untuk digambarkan boleh berlaku di bumi Palestin samada di bulan Ramadhan atau di bulan yang lain. Mereka senantiasa berada dalam kekhuatiran akan nasib diri, anak dan isteri mereka setiap saat. Mungkin dengan bantuan dari kita keperitin hidup mereka dapat diringankan.

Maka kepada sesiapa sahaja yang ingin turut serta bersama dalam program zakat atau derma ke Palestin sila berbuat segera dengan menghubungi pihak kami.

Pemegang Amanah blog HR9808 (IKRAR) sila transfer ke no Acc: MBB: 162357258007
Nama: Mustapa Mansor
Nama : Amin Dot Com Enterprise
No Acc: 1205 7530 5221

Setelah transfer sila emelkan kepada kami:
mustm99@hotmail.com atau hr9808@gmail.com

Semoga Allah menerima dan memberkati ibadah kita ini.

Amin.

Sekian terima kasih,


Mustapa Mansor

Pengerusi IKRAR

ISRAEL CURI ORGAN TUBUH RAKYAT PALESTIN..

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)




20 OGOS.
Sudah tidak dapat mahu diungkap lagi betapa jahatnya Israel. Kejahatan yang luar biasa...Ya Allah kau berikanlah kami kekuatan untuk berbuat sesuatu untuk sdr kami di Palestin. Malam tadi, di akhir pelancaran bengkel aktivis qariah di Perak, Cikgu Mi putarkan vcd tentang fenomena umat dari seluruh dunia termasuk Palestin. Dewan menjadi bening dan ramai yang tidak dapat menahan kesedihannya sambil mengesat air mata. Tapi apakah hanya berita ini sahaja ? Ternyata tidak, Israel terus menggila.

Kenyataan di bawah adalah bukti betapa Israel begitu zalim. Semoga di bulan Ramadhan ini saya dan beberapa wakil NGO akan berkunjung ke sana. Saya ingin memegang buminya dan membawanya pulang untuk dipamerkan kepada sdr-sdr di sini. Jika ada cebisin baju berdarah dari peninggalan para syuhada juga akan saya usahakan untuk dibawa pulang sebagai tanda bahawa berita yang kita dengar dan lihat ini berlaku hampir setiap hari. Kenapa perlu sampai ke tahap itu? Ya,,jika benar kita tahu dan faham betapa zalimnya Israel selama ini, maka sudah tentu kita tidak akan dapat tidur memikirkannya. Apatah lagi apabila datangnya bulan Ramadhan yang mulia ini?..



Tentara Zionis Curi Organ Tubuh Warga Palestina
Rabu, 19/08/2009 10:30 WIB

Tentara--tentara Zionis Israel ditengarai menculik warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya kemudian dijual ke pasar gelap.

Surat kabar Swedia Aftonbladet mengungkap hal itu dalam artikelnya berjudul "Mereka Merampas Organ Tubuh Anak-Anak Kami."

Dalam artikel itu disebutkan bahwa tentara-tentara Zionis menculik anak-anak muda Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Anak-anak muda itu dikembalikan lagi pada keluarganya dalam keadaan meninggal dunia, setelah diambil organ tubuhnya.

Seorang lelaki Palestina asal kota Nablus, pada wartawan Aftonbladet mengaku bahwa kerabatnya dijadikan donor organ tubuh secara paksa oleh tentara-tentara Zionis itu dan masih banyak warga Palestina yang menjadi korban kebiadaban pasukan Zionis. Korban penculikan yang meninggal diketahui hilang organ tubuhnya setelah dilakukan autopsi.

Dalam artikelnya, Aftonbladet juga membeberkan peristiwa yang terjadi tahun 1992, ketika seorang aktivis muda Palestina ditangkap oleh tentara Zionis di kota Nablus. Aktivis itu ditembak di bagian dada, di perut dan di kedua kakinya kemudian dibawa ke tempat yang tidak diketahui oleh tentara-tentara Zionis itu.

Jenazah pemuda Palestina bernama Bilal itu baru ditemukan lima hari kemudian. Menurut Aftonbladet, saat ditemukan, kondisi Bilal saat menyedihkan. Ada luka menganga di bagian dadanya, yang menunjukkan penyiksaan macam apa yang telah dialami Bilal.

Aftonbladet mengaitkan laporannyanya dengan sindikat kejahatan penyelundupan organ tubuh manusia di New Jersey, AS yang baru-baru ini terbongkar. Sejumlah rabbi Yahudi di AS ditangkap, karena terlibat dalam sindikat tersebut. (ln/prtv)

Saturday, August 15, 2009

MERENUNG DIRI SEBELUM RAMADHAN..?

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)


Wednesday, August 5, 2009

RAMADHAN DISAMBUT GEMBIRA..BAGAIMANA DENGAN SDR KITA DI PALESTIN??

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

"REFORMIS BUKAN HANYA GELARAN ATAU PEJUANG YANG BERJUANG KERANA MENGHARAPKANNYA!"

6 OGOS.

AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN!!! Inilah ungkapan paling dalam dari hati seorang mukmin sehingga ia merasa amat gembira kerana sekali lagi diberi kesempatan oleh Allah untuk melalui proses pembersihan dan peningkatan dari madrasah Ramadhan sehingga mencapai darjah TAQWA. Semoga Allah menerima hajat-hajat kita semua!!

Bagaimana pula sdr kita di beberapa daerah yang dilanda musibah? Khasnya di Palestin.

Menjelang Ramadhan, Pejabat Hamas Palestina Berlomba-lomba Sumbangkan Gaji

6/8/2009 | 13 Sya'ban 1430 H
Oleh: Tim dakwatuna.com


Kirim Print

dakwatuna.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, para menteri dan anggota parlemen dari faksi Hamas berlomba-lomba mendermakan sepenuhnya gaji mereka bulan Juli kemarin kepada para fakir miskin di Jalur Gaza, Palestina.

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haneya mengatakan, kebijakan itu diputuskan pada kamis lalu dalam sebuah pertemuan bersama dengan semua menteri kabinet dan anggota parlemen Hamas di Jalur Gaza. Nominal yang terkumpul mencapai satu juta USD.

“Kebijakan ini diambil berdasarkan keprihatinan pemerintah atas kondisi yang menimpa para karyawan, petani, nelayan, dan kalangan bawah yang sangat membutuhkan uluran tangan akibat embargo ekonomi terhadap Gaza.” Jelas Haneya, sebagaimana juga dikutip oleh el Quds Pers.

Haneya juga menegaskan bahwa pemerintah Palestina tidak akan pernah berhenti berupaya memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya dan menuju ke arah yang lebih baik, kendatipun masih dilanda berbagai konspirasi dan embargo ekonomi.

Di samping pemenuhan kebutuhan rakyat, pemerintah Palestina juga dituntut untuk membayar gaji 30.000 orang pegawai dengan nominal jutaan USD. Haneya meyebutkan, pemerintahannya telah menunaikan gaji untuk para pekerja senilai 23 juta USD selama dua tahun terakhir ini.

Pemerintah juga terus membangun komunikasi dan hubungan dengan negara-negara Arab serta negara sahabat guna menopang anggaran gaji pegawai setiap bulannya. (sinai/Mh/amkr)

Wednesday, July 29, 2009

APA YANG KITA HARUS LAKUKAN JIKA SALAH SATU MASJID KITA MAHU DIRUNTUHKAN?

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

"REFORMIS BUKAN HANYA GELARAN ATAU PEJUANG YANG BERJUANG KERANA MENGHARAPKANNYA!"

29 JULAI

Semalam tak jadi berangkat kerana ada hal yang belum selesai. Jadi hari ini baru balik ke KL. Sementara menunggu sempat update sedikit. Berita dari dakwatuna tentang niat Israel menjadi suatu cabaran buat kita semua!! Mahu kita lihat sahaja atau apa yang harus kita lakukan? MUngkin inilah yang patut kita fikirkan bersama!!

Jaringan Advokasi Masjid: Al-Aqsha Terancam Runtuh
Alam Islami
28/7/2009 06 Sya'ban 1430 H
dakwatuna.com – Al-Quds, Jaringan Advokasi Masjid dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin (27/7), yang salinannya diterima koresponden Infopalestina, mengatakan:
“Di tengah-tengah meningkatnya serangan Zionis Yahudi pada kota Al-Quds dan masjid Al- Aqsha khususnya, dan bersamaan dengan perluasan praktek-praktek yahudisasi yang disponsori oleh negara penjajah Zionis dan lobi Zionis di seluruh dunia, melalui pelaksanaan kebijakan rasis oleh otoritas penjajah Zionis di kota Al-Quds dan warganya; mulai dari penghancuran rumah dan harta benda, penyitaan tanah dan properti, di samping terus berlanjutnya penggalian terowongan di bawah masjid Al-Aqsha; maka jaringan “Advokasi Masjid” menyatakan kekhawatiran yang tinggi dan mendalam atas ambruknya masjid Al-Aqsha di tangan otoritas penjajah Zionis, terutama karena penjajah mendapatkan dukungan tingkat global dan regional untuk melaksanakan rencana yahudisasinya terhadap kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.”
Advokasi Masjid melihat bahwa bahaya yang mengancam Al-Quds dan masjid Al-Aqsha semakin meluas dan membesar dari hari ke hari, terutama setelah sikap diam dan membisu dunia Arab dan umat Islam serta seluruh dunia terhadap bahaya yang mengancam tempat-tempat suci di Al-Quds dan Al-Aqsha.”
Advokasi Masjid kembali menyerukan kepada masyarakat Arab dan Islam, di manapun mereka berada, untuk melakukan mobilisasi umum guna membela Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds, membuat rencana sistematis dan terkaji untuk menghadapi penjajah dan siasat rasisnya di Al-Quds dan Al-Aqsha.
Advokasi Masjid juga menyerukan kepada warga Arab dan kaum muslimin untuk membantu warga Al-Quds dan mendukung perjuangan mereka menghadapi serangan rasisme penjajah , dengan dukungan materi dan moral. (seto/ip)

Friday, July 24, 2009

ISRAEL MEMANG BUKAN MANUSIA DAN TIDAK AKAN MAHU dihormati sebagai MANUSIA...

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

"REFORMIS BUKAN HANYA GELARAN ATAU PEJUANG YANG BERJUANG KERANA MENGHARAPKANNYA!"

24 jULAI

Membaca dan mendengar berita tentang tidakan Israel membuat darah umat menggelegak. Kezaliman mereka sudah sampai ke tahap di mana jihad seharusnya menjadi agenda utama ummat terutama negara yang terdekat. Bukan semua negara arab dan umat arab lemah cuma mereka belum dapat bersatu dalam sebuah kekuatan. Bantuan mencurah-curah datang ke Gaza bukan sahaja dari negara umat Islam tetapi dari berbagai pihak termasuk yang bukan Islam. Mereka semua mahu memberi kontribusi dengan apa caraq sekalipun. Pelik juga ada pemimpin dari negara Islam mahu berjinak-jinak dengan Israel??

Dia ambil fatwa dari mana agaknya? Dulu Gusdur juga bersikap begitu tetapi akhirnya populariti beliau merudum jatuh bahkan ditolak oleh sebahagian pimpinan NU. Rasanya semua pemimpin dari negara umat Islam harus menyedari bahawa kondisi sekarang bukan lagi berbincang kosong tetapi aksi kerana setiap detik nyawa sdr kita di Palestin khasnya di Gaza dalam keadaan terancam. OIC masih berdiam dan seperti biasa masih bingung. No action..?

Berita dari sana...

Israel Ancam Tembak Aktivis Internasional

Selasa, 30/06/2009 13:48 WIB

Israel lagi-lagi mengancam para aktivis internasional yang ingin mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Organisasi Free Gaza Movement (FGM) yang beranggotakan aktivis pro-Gaza dari berbagai negara mengatakan, kapal-kapal laut Israel mengancam akan menembak dan menenggelamkan kapal mereka jika masuk ke perairan Gaza.

Derek Graham, aktivis asal Irlandia yang ikut dalam rombongan FGM mengatakan, kapal-kapal patroli Israel melarang rombongan itu masuk ke Jalur Gaza. "Sebuah kapal patroli Israel mengelilingi kapal kami dan memerintahkan kami untuk memutar arah. Jika tidak, kapal kami akan ditembak," ujar Graham.

Meski diancam, Graham menegaskan bahwa rombongannya akan melanjutkan perjalanan ke Jalur Gaza. Rombongan Free Gaza Movement yang terdiri dari 21 aktivis kemanusiaan, hari Selasa kemarin berusaha memasuki perariran Gaza untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan.

Rombongan itu berangkat dari pelabuhan Cypriot di Lanarca sehari sebelumnya. Dalam kapal mereka terdapat 3 ton bantuan medis, peralatan medis praktis dan gulungan kabel untuk warga Gaza.

Israel masih memberlakukan kebijakan blokade di darat dan laut Gaza, termasuk terhadap bantuan-bantuan kemanusiaan. Israel sudah berulangkali mengancam akan menembak aktivis dari Free Gaza Movement yang sejak awal memang memilih mengantarkan bantuan ke Gaza lewat laut. (ln/prtv)

Wednesday, July 15, 2009

SIAPAKAH YANG SUDI MEMBELA SDR KITA DI PALESTIN dll..!!

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

"REFORMIS BUKAN HANYA GELARAN ATAU PEJUANG YANG BERJUANG KERANA MENGHARAPKANNYA!"

16 JULAI
Muzakarah ditamatkan lebih awal kerana Tan Sri Mufti Perak perlu bersama Sultan di suatu majlis rasmi di Kuala Kangsar. Jadi bengkel bertukar menjadi dialog terbuka tentang resolusi selama hampir dua jam. Majlis dipandu oleh Cikgu Mi dan Dr. Sidek Fdhil. Para peserta yag hadir diberi kesempatan untuk berbicara dan memberi pandangan. Saya sempat memberi beberapa saranan bagi memperkukuh resolusi agar lebih bererti kepada umat bukan hanya "mental exercise" semata-mata. Antara saran saya sebagai wakil NGO IKRAR dan gabungan NGO di bawah Jamai'y;
1. Pihak urusetia perlu membentuk komiti pelaksana, penggerak dan pemantau resolusi misalnya bekerjasama dengan program ijtima' Jamai'y setiap bulan di masjid-masjid seluruh negeri Perak. Begitu juga dengan bekerjasama dengan NGO-NGO Islam yang lain dalam emastikan tasawwur Muzakarah dalam sampai ke akar umbi. Begitu juga dengan menjadikan resolusi sebagai bahan khutbah, risalah, buku dll yang disebarkan ke masyarakat.
2. Bagi melihat perkembangan aksi dari resolusi maka dalam masa setahun perlu ada pertemuan ivaluasi berupa workshop atau bengkel sekurang-kurangnya sebanyak 3 kali. Jadi menjadilah resolusi sebagai sebuah aksi (action..action ..action!!!)

3. Saya juga mengharapkan agar seluruh level dari istana, ulama, cendekiawan dan da'i agar terus meningkatkan komitmen kepada ajaran Islam.Ruh dakwah yang mati dalam jiwa kita pasti tidak akan mampu menghidupkan jiwa orang lain yang tidur imannya dan merubah sesuatu. Mari kita Ishlah, ishlah dan ishlah!!! Ishlah nafsak wad'uu ghairak!!!

4. Sebagai umat Islam kita tidak terpisah dengan sdr kita yang dibantai oleh pihak yang zalim seperti yang terbaru di Xinjiang. Begitu juga di Gaza, Selatan Thailand, Afghanistan, Mindanao, Kashmir dll. Saya menggesa agar kita memboikot produk dari China dan demo di kedutaan China dalam tempuh terdekat!!. Saya berharap NGO Muslim yang lain turut sama membantu dan begitu juga lembaga Islam yang ada di Malaysia. Bangun dan jangan tidur lagi!!!
Ada beberapa peserta lain turut membangkitkan isu perlunya perhatian terhadap anak muda dan wanita.
Kemudian Dr. Sidek Fadhil mengulas dan saya rasa ulasan beliau amat baik. ringkas dan tepat. Sambil memberi saran format yang sebaiknya agar lebih profesional. Beberapa idea beliau yang menyentuh soal kesalahfahaman masyarakat terhadap kedaulatan di raja yang sebenarnya bukan hanya di Tanah Melayu tapi juga di Turki di mana ada beberapa khat peninggalan khalifah Islam yang memberi gambaran konnonnya "raja adalah bayangan tuhan di bumi". Ini bukan sahaja salah bahkan merosakkan aqidah umat. tetapi ini diguna pakai oleh segolongan ulama sesat yang mendapat habuan dari para raja dan pemerintah atau mereka yang berkuasa di mana sahaja di dunia ini. Dakwaan sesat ini menjadi bagaikan fatwa agar rakyat tunduk sujud kepada para raja dan pemerintah. Ulasan ini saya kira amat berani dan benar. Sehingga beliau katakan ulama seharusnya menerima kenyataan dari Buya Hamka "Ulama itu bagaikan bingkang". Susah dan berat kerana bengkang diapi dari bawah dan atas untuk menjamin sebagai jambatan umat dengan pihak berkuasa samada sultan atau raja.

Cikgu Mi juga bersetuju agar dibentuk komiti yang mampu memastikan resolusi menjadi aksi dan dapat dievaluasi. Sebelum beliau menutup bicara ada kisah yang beliau dapat dari seorang anak remaja pengungsi Palestin di sebuah tanah (no man land) antara Iraq dan Syria. Ketika beliau bertemu di kawasan tersebut sambil anak kecil itu bertanya kepadanya. Apa tujuan sdr datang kesini..? Jawab Cikgu Mi:..Saya datang mahu melihat kamu... Remaja: Pulanglah sahaja kerana yang datang sebelum ini bukan sdr sahaja..ramai yang telah datang tapi kami tetap terus di sini..Cikgu Mi:..termenung memikirkan resah anak itu sambil melihat suasana perkhemahan yang snagat dhoif. Remaja berkata lagi: Sampaikanlah kepada sdr kami di Malaysia..!! Janganlah bertemu dan memikirkan kami lagi agar kamu semua dapat hidup tenang..!! Maka BUNUHLAH KAMI!!! Kamu semua tidak perlu fikirkan kami lagi..!!

Kata-kata ini bagaikan sebuah batu yang menghempap atas kepala kita semua dan tanpa sedar air mata bening mengalir. ..Dari ucapan anak muda ini saya mencari fakta di web...Ya benar..siapakah sudi membantu sdrnya bagaikan cabaran untuk iman kita..Sdr ku..mari kita resapkan diri kita ke dalam jiwa-jiwa sdr-sdr kita ditempat musibah ini.. !! Pejamkan mata dan gambarkannya!!! Mereka berlari atas panas terik mentari dan di malamnya dibalut kesejukan yang akhirnya tubuh-tubuh mungel ini berjatuhan ke bumi..Terbiar menjadi bangkai-bangkai yang di makan burung dan ulat. Kita masih tersenyum melihat foto-foto ini?? Aduhhai sdr ku..di manakah hati kita? Mungkin tersimpan di atas sofa empuk atau di atas permaidani indah berhawa dingin??..

Beginilah Nasib Warga Palestina di Pengungsian

Jumat, 10/07/2009 13:16 WIB
Di negeri sendiri warga Palestina teraniaya oleh penjajahan Zionis, di pengungsian nasib mereka juga memprihatinkan. Banyak warga Palestina yang meninggal dunia di kamp-kamp pengungsian karena kondisi pengungsian yang buruk dan tidak layak sebagai tempat hidup.

Seorang perempuan Palestina bernama Suad Abdul Qadir Al-Hallaq dikabarkan meninggal dunia hari Kamis (9/7) di kamp pengungsian Al-Waleed yang terletak di dekat perbatasan Irak-Suriah. Pada Jumat pekan sebelumnya, pengungsi Palestina bernama Shihada Mohammad Abu Hamad juga meninggal dunia di kamp pengungsi yang sama.

Keduanya meninggal karena sebab yang sama, kondisi kesehatan yang buruk dan tidak segera mendapatkan perawatan medis yang layak. Abu Hamad tak tertolong nyawanya karena terlambat mendapatkan perawatan medis dan terbatasnya peralatan kesehatan di klinik yang tersedia di kamp pengungsian Al-Waleed. Sedangkan Suad Abdul Qadir meninggal dunia karena kondisi kesehatannya menurun tajam saat mengantri bersama ratusan pengungsi lainnya di perbatasan Irak-Suriah. Suad, yang sebelumnya menjadi pengungsi di Irak meninggalkan Negeri 1001 malam itu karena situasi keamanan di Irak.

Menurut organisasi Palestinian Union for Palestinian Refugees, sedikitnya ada 1.600 pengungsi Palestina di kamp pengungsian Al-Waleed. Sebagian dari mereka sudah diungsikan ke berbagai negara antara lain Swedia, Norwegia dan AS. Bulan Agustus besok, sebanyak 39 pengungsi rencananya akan diimigrasikan ke Sudan.

Palestinian Right to Return Coalition menyebutkan, sebelum invasi AS ke Irak, terdapat 34.000 pengungsi Palestina di Irak. Setelah AS menjajah Irak, banyak pengungsi Palestina yang mengalami pelecehan, menghadapi ancaman deportasi, ditangkap tanpa tuduhan yang jelas, diculik, disiksa dan dibunuh sehingga mereka banyak yang ingin pindah mengungsi ke negara lain.

Para pengungsi Palestina itu menuju ke negara terdekat dengan Irak yaitu Suriah dan Yordania. Tapi banyak para pengungsi Palestina yang kesulitan masuk ke kedua negara tersebut karena masalah ijin dan hanya bisa menunggu di perbatasan.

Saat ini, para pengungsi Palestina tersebar di beberapa kamp pengungsi di sekitar Irak, Suriah dan Yordania. Kamp-kamp pengungsi itu antara lain;

1. Kamp pengungsi Al-Hol, di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Irak. Kamp pengungsi ini awalnya didirikan oleh badan pengungsi PBB, UNHCR pada tahun 1991 untuk menampung warga Irak yang mengungsi akibat penindasan pasca Perang Teluk. Sekarang, kamp pengungsi ini menampung sekitar 305 orang Palestina dan status hukum kamp pengungsi ini tidak jelas di bawah tanggung jawab siapa.

2. Kamp pengungsi Al-Tanaf, berlokasi di wilayah tak berpenghuni di perbatasan Suriah. Di kamp ini terdapat 340 orang pengungsi Palestina yang sudah menetap sejak Mei 2006. Belakangan, jumlah pengungsi Palestina di kamp ini bertambah menjadi 437 orang setelah otoritas pemerintah Suriah menempatkan 97 warga Palestina baru yang berasal dari Irak ke kamp tersebut, karena dianggap telah memalsukan dokumen saat masuk ke Suriah.

Kamp pengungsi ini tidak memiliki fasilitas klinik kesehatan, padahal 10 persen dari jumlah pengungsi membutuhkan perawatan medis. PBB sama sekali tidak memberikan bantuan pada kamp pengungsi ini. Para pengungsi selama ini diurus oleh organisasi-organisasi kemanusiaan lokal.

3. Kamp pengungsi Al-Walee, berlokasi di wilayah Irak yang berbatasan dengan negara Suriah. Kamp pengungsi ini dibangun pada Desember, 2006 dan sekarang menampung sekitar 1.560 pengungsi Palestina. Kamp pengungsi Al-Waleed terletak di kawasan pedalaman dan tak seberapa jauh dari kamp pengungsi Al-Tanaf. Organisasi lokal dan Palang Merah Internasional serta UNHCR membantu memberikan kebutuhan para pengungsi seperti selimut, tenda, makanan dan kebutuhan lainnya.

4. Kamp pengungsi Al-Ruweished, terletak di wilayah Yordania sekitar 70 kilometer jaraknya dari perbatasan dengan negara Irak. Kamp pengungsi ini dibangun pada tahun 2003 dan menampung bukan hanya pengungsi Palestina, tapi juga warga Irak, warga kurdi Iran dan warga Somalia yang mengungsi karena kondisi di negaranya masing-masing.

Sebagian besar para pengungsi di kamp ini, yang bukan pengungsi Palestina, bisa berimigrasi ke negara lainnya seperti Australia, Kanada, Denmark, Selandia Baru, Swedia dan AS dengan proses yang cepat. Berbeda dengan pengungsi Palestina yang sulit mendapatkan akses untuk dipindahkan ke negara lain, bahkan ada 148 pengungsi Palestina yang sudah menunggu lebih dari empat tahun di kamp pengungsi Al-Ruweished tapi belum juga diungsikan ke salah satu negara tersebut. Sebagian mereka akhirnya mendapatkan suaka dari negara Kanada dan Brazil. (ln/IMEMC)

Hamas: Lebih Baik Mati Daripada Tunduk Pada Israel

Selasa, 07/07/2009 05:56 WIB

Hassan Salama, pemimpin brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, yang sekarang menjadi tahanan Israel, mengatakan bahwa bagi tahanan Hamas, lebih baik mati daripada harus tunduk pada Israel.

Hal ini berkaitan dengan menolaknya semua anggota Hamas yang ditangkap Israel dan dijebloskan ke dalam penjara dan disuruh mengenakan baju khas para tahanan yang berwarna oranye.

Salama yang dihukum penjara selama 48 tahun oleh pengadilan Israel, mengatakan bahwa semua tahanan Hamas biasanya dibunuh dalam kegelapan penjara oleh tentara Zionis Israel, “Tapi satu hal, kami tak akan pernah mengenakan baju tahanan itu.” tandasnya.

“Hamas dan semua gerakan pembebasan di dunia selalu memerangi penjajahan dan kekuatan yang arogan. Dan Hamas tak akan pernah menyerah atau frustrasi.” ujarnya. (sa/imra)

HR9808: Renungkan fakta ini!!...

Tentara Zionis Buka Mulut Soal Perang Israel di Gaza

Rabu, 15/07/2009 15:06 WIB
Puluhan tentara Israel buka suara soal operasi "Cast Lead" yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza bulan Januari lalu. Pengakuan tentara-tentara Zionis itu makin menguatkan kesimpulan sejumlah organisasi hak asasi internasional yang menyebutkan bahwa militer Israel telah melakukan serangan yang tidak proporsional dan membabibuta di Jalur Gaza.

Pengakuan para tentara Israel dihimpun oleh organisasi Breaking the Silence yang juga didirikan oleh tentara-tentara Israel yang menentang operasi "Cast Lead". Sedikitnya ada 26 tentara Israel yang memberikan testimoninya tentang pengalaman mereka dalam operasi militer yang menewaskan ribuan warga sipil di Gaza itu. Breaking the Silence menggambarkan semua hal yang diungkapkan para tentara itu sebagai sesuatu yang "serius, mengejutkan dan patut disesalkan".

Puluhan tentara Israel itu mengakui bahwa militer Israel membolehkan mereka melakukan tindakan brutal seperti membakar rumah, membunuh siapa pun yang dicurigai dan menjadikan warga sipil Gaza sebagai tameng hidup. Mereka juga mengatakan militer Israel mengerahkan tentara-tentara yang memiliki karakter agresif serta memiliki masalah soal kedisiplinan.

Para tentara yang dimintai testimoninya oleh Breaking di Silence terdiri dari 14 tentara wajib militer dan 12 tentara cadangan Israel. Dari pengakuan mereka terungkap perilaku tentara Israel yang menyimpang selama melakukan agresi ke Gaza. Tentara-tentara Israel misalnya, menggunakan bom pospor putih secara sembarangan ke wilayah pemukiman sipil. Kalau merasa bosan, para tentara itu menyemprotkan air sembarangan dari kendaraan water canon dan banyak tentara Israel yang tidak dibekali pengetahuan yang cukup soal kelompok-kelompok pejuang yang ada di Gaza.

Dari pengakuan para tentara Israel itu, Breaking the Silence menyerukan masyarakat dan para pimpinan Israel untuk membuka penyelidikan baru. Tapi militer Israel menolak semua pengakuan itu dan menyebut pengakuan para tentaranya sebagai omong kosong.

Sedikitnya 1.400 warga sipil Palestina di Jalur Gaza gugur syahid saat militer Zionis melakukan agresi ke wilayah itu selama 22 hari bulan Januari lalu. Pihak Israel sendiri kehilangan 13 warganya, 10 diantaranya tentara. Dalam agresinya, menurut data PBB, Israel menghancurkan lebih dari 50.000 rumah, 800 properti industri, 200 sekolah, 39 masjid dan dua gereja di Gaza.

Berbagai organisasi internasional melakukan penyelidikan terhadap operasi "Cast Lead" yang dilancarkan Israel ke Gaza dan semuanya menyimpulkan bahwa militer Israel telah melakukan pelanggaran HAM dan telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tim pencari fakta dari Liga Arab menyatakan bahwa pejabat pemerintah Israel juga harus dimintapertanggungjawabannya atas kejahatan tersebut. Tapi sampai detik ini, militer Israel masih leluasa melakukan kejahatannya di Gaza dan di wilayah Palestina lainnya di Tepi Barat. (ln/bbc)

HR9808: Musuh terus merancang untuk menghancurkan umat ini..Kita masih diam, tidur atau khayal??

Israel Distribusikan Permen Perangsang Seks di Gaza

Selasa, 14/07/2009 15:06 WIB
Kelompok Islam Hamas di Gaza mengklaim bahwa Israel melakukan operasi intelijen dengan mengirimkan barang ke agen-agen di wilayah Gaza berupa permen karet yang bisa membangkitkan gairah seksual, bahkan mereka menganjurkan benda haram tersebut untuk di bagikan secara gratis, sebagai salah satu cara mereka untuk menghancurkan generasi muda Palestina. Hal tersebut terungkap setelah banyak perempuan muda Gaza mengeluhkan efek 'aneh' dari mengunyah permen karet tersebut.

Zionis Israel menargetkan warga Palestina khususnya anak muda di jalur Gaza untuk dibagikan permen karet yang bisa meningkatkan nafsu birahi tersebut. Seorang juru bicara dari kepolisian Hamas - Islam Shahwan menegaskan bahwa Israel dengan operasi intelijennya sedang berusaha 'menghancurkan' moral generasi muda Gaza dengan membagikan benda itu di wilayah pantai jalur Gaza.

Shahwan mengatakan bahwa polisi mendapatkan benda yang bisa membuat terangsang secara seksual itu, dari tangan para pedagang yang berada di perbatasan penyeberangan. Menurutnya, seorang agen obat-obatan Palestina mengakui bahwa produk yang dijualnya tersebut dapat menaikkan gairah seksual. Agen itu juga mengatakan bahwa dia mendapatkan benda-benda tersebut dari sumber-sumber Israel lewat jalan dari penyeberangan Karni.

Aparat kepolisian Gaza membeberkan kasus tersebut ketika seorang warga Palestina mengadu ke polisi bahwa anak perempuannya setelah mengunyah permen karet, mengalami efek samping yang 'aneh'.

Shahwan juga menyatakan bahwa operasi intelijen Israel mendorong agen-agen untuk mendistribusikan permen karet tersebut secara gratis.

"Zionis Israel sedang berusaha menghancurkan infra struktur warga Palestina lewat produk ini, untuk merusak generasi muda Palestina dengan mendistribukan obat-obatan terlarang dan obat perangsang seks." kata Shahwan.

Bagaimanapun, dia mencatat bahwa obat-obatan bisa mencapai jalur Gaza hanya lewat terowongan-terowongan di Rafah, dan polisi akan menjaga serta mengawasi masuknya barang-barang ilegal yang masuk lewat terowongan antara Gaza dan Mesir.(fq/YnetNews)

HR9808: Semua pihak harus menerima hakikat betapa pentingnya HAMAS dan gerakan Islam di bumi Palestin. Jadi ayuh kita fikirkan untuk kebaikan umat!!! Bukan hanya menyalahkan sesama kita!!!

Seratus Janda Gaza Gelar Kawin Masal

Senin, 13/07/2009 17:20 WIB
Sekitar seratus orang janda kota Gaza yang kehilangan suami mereka saat penyerangan Israel ke kota itu pada awal tahun silam, menggelar resepsi pernikahan masal besar-besaran yang diadakan di salah satu pantai Gaza.

Acara nikah masal para janda tersebut diprakarsai dan diselenggarakan oleh Hamas, sayap utama Palestina yang menguasai Gaza. Hampir semua lapisan masyarakat menyambut inisiatif ini dengan penuh antusias.

Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu lalu tersebut juga dihadiri oleh juru bicara Hamas - Fawzi Barhoum.

Kebanyakan para janda tersebut menikah kembali dengan kerabat mendiang suami mereka. Hanya sekitar 20 orang janda saja yang pada pernikahan tersebut yang menikah dengan bukan kerabat mendiang sang suami.

Badan Sosial untuk Kesejahteraan Keluarga, salah satu departemen yang dimiliki Hamas, memiliki salah satu program yang dinamakan Lembaga Pernikahan Palestina. Salah satu anak program lembaga ini adalah menikahkan 100 janda yang ditinggal mati oleh suami mereka.

Tampaknya, inisiatif untuk mendirikan dan memaksimalkan lembaga pernikahan dan lembaga perlindungan para janda ini yang dikembangkan di Gaza ini dinilai lebih baik dari fenomena kawin kontrak yang terjadi di kalangan janda-janda Irak. (L2/aby)

Thursday, June 25, 2009

KISAH DARI JANDA SYUHADA PALESTIN...

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

"REFORMIS BUKAN HANYA GELARAN ATAU PEJUANG YANG BERJUANG KERANA MENGHARAPKANNYA!"

25 jun

Malam Jumaat begini dalam masyarakat Melayu sering dikaitkan dengan ibadah tradisi membaca yasin dan menjamu selera di masjid selepas solat Isya'. Saya merenung dari jauh di belakang para jemaah yang ada di masjid yang kelihatan 80% sudah melebihi 60 tahun. Mana perginya anak muda? Mana perginya mereka yang masih kuat? Saya mencari jawapan dicelah-celah suara ustaz membaca kitab bernada monoton. Ada yang tidur dan ada yang entah apa yang mereka fikirkan. Lalu saya berkata dalam hati yang dalam. Mungkin beginilah agaknya keinginan penjajah 50 tahun dahulu meninggalkan kita. Dalam keadaan tidak bermaya lagi dan masjidnya sepi dan senyap. Inilah relaiti di kebanyakan kampung di Malaysia. Mereka tidak bermaya lagi untuk melakukan perubahan kerana mereka cukup selesa dengan keadaan seperti ini.

50 tahun menadah kitab dan membaca yasin, rasuah masih menjadi santapan harian mereka dan kebodohan bermaharajalela . Saya amat faham sekali bila melihat kondisi ini dan inilah juga yang diharapkan oleh golongan nasionalis sekularis. Mereka berharap rakyat dan umat ini lemah tidak bermaya. Ngantuk ketika mendengar khutbah dan bermain ketika para ustaz berceramah. Biarkan mereka lena dengan mimpi-mimpi indah kemewahan. Mereka tidak akan jadi ustaz sampai bila-bila untuk menggantikan ustaz jika ustaznya mati. Inilah relaiti dan inilah strategi musuh.

Tetapi bila membaca kisah di Palestin, ianya amat berbeza. Kisahnya membuat hati hidup dan mata mengalirkan air mata. Bergetar hati ini bukan kerana kisah mereka tetapi bila hati ini mengenangkan betapa bezanya kita dengan mereka. Mereka dapat merasakan manisnya iman dan Islam sehingga panggilan dunia ini tidak dipandang lagi. Mereka dapat merasakan panggilan syurga ketika mendengar bom Israel meledak di mana-mana di bumi mereka. Mereka bahkan melompat berdiri menganagkat senjata berdepan dengan musuh-musuh mereka sehingga Allah kurniakan syahid buat mereka. Indahnya perasaan ini jika dapat mencium bau-bau syurga yang dapat dirasakan oleh para syuhada di Palestin.

Mari kita nikmati kisah ini sebelum kita melelapkan mata pada malam ini...!!!

Juha, Istri dari Dua Syuhada Gaza tangisan-darah
Alam Islami
24/6/2009 01 Rajab 1430 H
Oleh:
Tim dakwatuna.com

Berapa banyak perpisahan begitu sulit bagi seseorang. Apalagi jika berpisah dengan orang yang sangat dicintai. Dan lebih manyakitkan bila perpisahan itu terjadi dengan orang yang selama ini menyertainya dalam perjuangan. Akan tetapi apa yang terjadi pada Umiyah Juha lebih pahit dari itu. ia kehilangan suaminya, As-Syahid Romi Saad dan setelah itu ia juga harus kehilangan suami keduanya, As-Syahid Wail Uqailan.
Namun perpisahan dengan dua orang yang sangat dicintainya tidak meruntuhkan ketegaran dari wanita agung Palestina ini yang menggambarkan keteguhan jiwa dan kesabaranya dalam menghadapi cobaan dari yang Maha Kuasa.
Teman Hidup dan Jihad
Pena serasa tak berdaya untuk menorehkan sosok wanita Palestina dengan segala kesabaran dan perjuanganya. Ia ditanggalkan dua orang terkasih dalam hidupnya.
Kunjungan penulis ke rumahnya tadinya untuk memberikan do’a ta’ziyah pada hari kedua gugurnya Wail Uqailan. Namun penulis dikagetkan dengan sosok yang begitu tegar bagaikan gunung Palestina. Ia menyambut semua yang datang ke rumahnya dengan senyuman yang ramah. Ia mulai bercerita tentang suaminya sekaligus temanya, Wail Uqailan, kepada semua yang hadir.
Ia mengatakan, Wail adalah seorang laki-laki yang agung. Dalam arti, aku tak pernah mendapatinya mengeluh. Walau sakit yang dideritanya sangat hebat terutama pada lambungnya yang sudah dideritanya sejak beberapa bulan. ia senantiasa menyembunyikannya dariku. Ia selalu menampakan kekuatanya di depanku. Ia melalui kehidupannya secara normal. Seseorangpan tidak merasakan ada kelainan. Dulunya ia sering berangkat berjihad dan tidak pernah absen. Juha berhenti sejenak ia berusaha menahan air matanya, namun ternyata tumpah juga.
Ia melanjutkan, aku belum pernah melihat Wail menangis. Ia seorang laki-laki yang langka di dalam masyarakat ini. Ia tangguh dan berwibawa, selalu disukai dimanapun ia berada. Juha teringat suatu ketika Wail menangis. Yaitu ketika pasukan Zionis membunuh saudara kandungnya, Wail Muhammad Abdul Qadir Uqailan. Ketika ia mengusung jenazahnya, saat itulah Wail menangis. Wail juga pernah menangis ketika ia berada di atas tempat tidurnya, ketika ia teringat teman-temanya yang meninggal syahid. Sering kali ia menginginkan untuk meninggal sebagai syuhada, tidak meninggal di tempat tidurnya.
Janji Bulan Mei
Sesaat Juha berhenti sejenak. Ia menyambut kedatangan sejumlah tamu, dan tampak ia begitu tegar seraya mengucap puji Syukur pada Allah SWT atas apa yang menimpa dirinya.
Ia berkata, “Seolah aku teringat pada janji bulan Mei. Ketika Romi Saad meninggal syahid pada bulan tersebut tahun 2003 yang lalu, diusia 28 tahun. Darinya aku dikarunia seorang putri bernama Nur yang baru berumur sembilan bulan. Adapun Wail ia meninggal syahid pada 3 Mei 2009 kemarin, diusia 32 tahun. Aku sangat berharap dikarunia anak dari Wail. Namun ternyata Allah belum berkenan.
Wail dan Romi adalah dua shahabat bahkan dua saudara yang selalu bersama, makan bersama, tidur bersama, serta berjihad bersama-sama. Keduanya berjuang dibarisan perlawanan Brigade Izzuddin Al-Qossam.
Sejumlah usaha berakhir dengan kegagalan
Kemudian ia memutar wajahnya seolah mencari orang yang menyertainya, lalu mengulas senyum di wajahanya. Ia melanjutkan ceritanya, Aku hidup bersama Wail selama empat tahun, adalah hari-hari terindah dalam hidupku. Kami saling menghormati satu sama lain. Ia sering membantuku dalam menemukan ide-ide bagi lukisanku, terutama lukisan untuk suami pertamaku, Romi Saad. Kuas lukisku seolah menggambarkan penderitaan rakyat. Dulu Romi menyarankan agar lukisan-lukisanku ini disertakan gambar kunci, untuk memberikan symbol hak kembali Palestina. Hal yang sama ditegaskan Wail. Aku merasakan antara Romi dan Wail tidak ada perbedaan. Keduanya selalu sama dalam hal ide dan pemilihan judul. Aku bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat untuk selalu bersabar dan tetap tegar dalam menghadapi semua ujian yang menyebabkan hati siapapun hancur. Akan tetapi al-hamdulillah aku dapat menanggung semua ini. Aku kembali pada kebiasaan semula menorehkan kuasku pada kamvas untuk melukiskan perjuangan, tantangan serta blockade.
Juha kemudian menceritakan peristiwa syahidnya Wail. “Sebulan sebelumnya, Wail menderita pecah lambungnya yang menyebabkan ia dirawat di rumah sakit Al-Syifa, untuk dilakukan operasi bedah secepatnya. Namun akibat blockade Zionis terhadap Gaza dan ketiadaan alat-alat pembedahan, ia dirujuk untuk berobat ke luar Gaza. Tetapi mimpi untuk dapat berobat ke luar negeri kandas di depan gerbang Rafah. Wail dilarang keluar Gaza dengan berbagai alasan. Memang ada sejumlah mediator dari sejumlah Negara Arab yang bisa mengantarkan Wail untuk dapat berobat ke luar Gaza. Tetapi aku terlambat membuat visa masuk, hingga akhirnya suamiku meninggal sebelum aku menyelesaikan persyaratanya. Suamiku tergolek di rumah sakit selama sebulan berjuang melawan penyakitnya hingga Allah mewafatkanya.
Tentang sakitnya Wail
Sahabat-sahabat Wail maupun orang-orang terkasih Umiyah tidak mengatahui tentang sakitnya Wail, kecuali melalui tulisanku yang berjudul, “Ketika Para Lelaki Menangis”. Dalam Tulisan itu, aku bercerita tentang sakitnya suamiku yang terluka. “Peganglah tanganku kuat-kuat”, katanya sejenak. Dan mengalirlah air matanya melalui kedua pipinya. Ia mekanjutkan, “Selama hidupku dengan Wail, aku tak pernah melihatnya menangis, kecuali dua kali. Pertama, saat adiknya Muhmmad Abdul Qodir meninggal syahid dan ketika ia menyebutkan nama-nama yang meninggal syahid di Gaza dalam pernag Zionis kemarin. Ia pernah mengatakan, “Aku sangat rindu untuk berjuang di garda terdepan, sebagaimana dulu”. ”Akupun menjawab, tak ragu lagi, kau akan kembali, sayangku !. Engkau akan bertempur melawan musuhmu dengan senjatamu. Dan engkau akan bertemu dengan Allah setelah engkau berumur panjang dengan sebaik-baik amal, insya Allah. Aku tidak akan mau menikah kecuali dengan mujahid fi sablillah”, ungkapku. Dengan suara pelan ia bertanya, “Apa yang akan kau lukis besok ?”, aku akan melukis tentang berita kembalinya para juru runding dialog dan rekonsiliasi nasional dari Kairo. Ia diam, lalu memegang tanganku, dan aku menutupkan matanya, lalu ia tertidur.
Tangisan untuk Wail dan Romi
Di hari ketiga syahidnya Romi Saad, suami pertamanya, Juha telah menggambar lukisan yang ditunggu-tunggu semua orang. Ia melukis foto suaminya Romi yang berada di kedua kelopak matanya yang mengeluarkan air mata darah. Air mata itu jatuh dan membentuk gambar hati. Sementara pada hari ketujuh syahidnya Wail, Ia menggambar dirinya sedang berjalan menenteng senjata kuas. Di tangan kanannya membawa lilin yang bertuliskan Wail yang menyinari gelapnya blockade dengan cahaya cinta (asy/ip).

Friday, May 1, 2009

ISRAEL MASIH MENGGANAS terhadap penduduk PALESTIN???

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat.
Singkatan;IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

1 May

Sampai saat ini saudara kita di Palestin tidak dapat lepas dari kezaliman Israel. Berita begini saban hari didedahkan tapi kita yang mendengarnya sekadar dapat merasai kesedihan sahaja. Tidak mampu berbuat lebih dari itu. Salah siapa bukan masanya lagi untuk dibahas kerana setiap saat saudara kita tetap sahaja diburu, diseksa dan dibunuh. Seminar dan lain-lain ok tapi rasanya tak cukup. Jadi rasanya perlu perancangan yang lebih jauh dari itu semua sehingga Israel dapat dihalau dari bumi rampasan mereka. Menyokong dan membantu HAMAS adalah salah satu solusi terbaik buat masa ini kerana ini sahaja laluan yang jelas dapat membela nasib saudara kita ini.

Desa Palestina Diserang, Pekerja Palestina Didzolimi

Jumat, 01/05/2009 15:24 WIB

Sejumlah pemukim Yahudi di pemukiman Beit Ein, selatan Tepi Barat menyerbu menyerang desa Palestina, Beit Safa, pada Kamis malam waktu setempat. Para pemukim Yahudi dengan membawa senjata api, menembaki rumah-rumah dan merusak lahan pertanian milik warga Palestina.

Saksi mata dari kalangan penduduk desa Palestian mengatakan, pemukim Yahudi yang melakukan serangan berjumlah sekitar 20 orang. Dalam aksi biadabnya, para pemukim Yahudi itu juga membakar sebuah lahan pertanian yang baru saja disemai.

Setelah menghancurkan desa Palestina, tentara-tentara Israel datang dan membubarkan para pemukim Yahudi itu. Tapi tak seorang pun dari penyerang itu yang ditangkap.

Orang-orang Yahudi Israel di pemukiman yang oleh dunia internasional dinyatakan sebagai pemukiman ilegal di Tepi Barat, sering melakukan serangan dan teror terhadap warga Palestina. Di pemukiman Beit Ein, terdapat hampir 1.000 orang Yahudi dan dikenal sebagai pemukiman Yahudi paling radikal di Tepi Barat.

MayDay, Israel Menindas Pekerja Palestina

Sementara itu, pemerintahan penjajah Zionis Israel akan menerapkan pembatasan dan aturan hukuman baru terhadap para pekerja Palestina yang mencari nafkah di Israel. Pemerintah Zionis mengumumkan aturan baru itu dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh setiap tanggal 1 Mei yang sejatinya diperingati sebagai hari 'pembebasan' terhadap kaum buruh.

Israel akan menerapkan surat ijin bekerja di Israel bagi para warga Palestina. Dalam surat ijin tersebut, Israel akan mencantumkan jam berapa pekerja itu boleh masuk dan keluar wilayah Israel. Seorang pekerja tidak akan dijinkan masuk atau keluar ke wilayah Israel sebelum waktu yang tercantum dalam surat ijin tersebut. Ijin berada di wilayah Israel untuk bekerja yang diberikan rata-rata hanya 12 jam per hari.

Kebijakan baru itu ditandantangani oleh Komandan Pusat Komando di Israel, Ghadi Shamani dan kepala kantor administrasi sipil Israel, Yoav Mordachai. Kebijakan itu mengenakan sanksi hukuman berupa denda dan pencabutan ijin kerja bahkan hukuman penjara bagi pekerja Palestina yang tidak keluar dari wilayah Palestina ketika ijin jam kerjanya berakhir.

Untuk menjalankan kebijakan itu, militer Israel menginstal perangkat komputer di pos-pos perlintasan untuk mengecek ijin jam kerja warga Palestina, kapan para pekerja itu harus boleh masuk dan kapan mereka harus keluar. Ijin khusus bekerja samap malam, hanya akan diberikan bagi para pekerja tertentu saja. Hanya Israel yang boleh menentukan siapa yang akan diberi ijin khusus itu.

"Mereka yang melanggar akan dihukum dan akan kehilangan ijin bekerja. Berada di wilayah Israel secara ilegal akan dikenai denda atau tuduhan melakukan tindak kriminal bahkan terorisme," ancam militer Israel. (ln/IMEMC/prtv)

Palestina Adalah Rumah Kami

Jumat, 01/05/2009 14:55 WIB

Lima orang anak kecil berpegangan erat pada ibunya. Mereka semua menangis, anak-beranak itu. Pagi itu, tanpa peringatan apapun, budozer Israel telah menggerus rumah mereka di Jabal Mukabar, di sebelah timur Yerusalem.

Berbicara di antara reruntuhan serpihan rumahnya, Samia Ihaidoon berkata bahwa ia tengah tertidur ketika para polisi Israel datang. "Mereka datang menggedor pintu kami dan masuk lewat jendela kamar tidur. Mereka bilang saya hanya punya lima menit untuk memakai jilbabku dan mengepak barang-barang berharga kami, dan saya harus segera pergi. Anak-anak shock dan ketakutan. Lihat wajah mereka. Saya begitu terpukul..."

Israel menganggap bahwa rumah Ihaidoon dibangun secara legal, jadi dimusnahkan. Para tetangga Ihaidoon berkumpul dengan rasa marah. Osama Zahaika berkata bahwa tidak mungkin mendapatkan izin membangun rumah bagi warga Palestina di Yerusalem. "Sebagai orang Palestina, saya tahu mengapa mereka seperti itu. Israel tidak ingin kami ada di sini. Mereka menyatakan rumah semua orang Palestina ilegal. Mereka selalu merubuhkan rumah kami, dan dalam waktu bersamaan mereka membangun rumah dan hidup di Yerusalem tanpa pernah diganggu!"

Ihaidoon dan Zahaika hanya dua orang dari beberapa orang lagi warga Palestina yang masih bersisa di Yerusalem Timur. Saat ini, menurut ACRI, hanya 7,25% dari seantero Yerusalem yang dihuni oleh orang Palestina. Sisanya, sebanyak 92,75% ya ditinggali oleh Israel. Bulan Mei ini saja, Israel telah merencanakan akan segera meruntuhkan 2000 rumah orang Palestina.

Inilah pengahancuran terbesar yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina sepanjang sejarah. Selain Gaza, hanya Yerusalem Timur yang masih bersisa rakyat Palestina. Bagaimana dengan perlindungan rakyat Palestina di wilayah ini? Otoritas Palestina yang diwakili oleh Fatah salah satunya sudah jelas tampaknya tidak ambil pusing. Sedangkan Hamas, seperti kita tahu, berpusat di Gaza, yang saat ini pun sudah porak-poranda dan tengah dibangun kembali.

Penghancuran rumah rakyat Palestina di Yerusalem Timur ini telah menyedot perhatian dunia internasional. Robert Serry, kordinator khusus PBB untuk perdamaian Timur Tengah, mengatakan bahwa pengggusuran rumah itu dimaksudkan untuk membuat gedung pemerintahan Israel yang baru. Bukan rahasia lagi kalau Israel sangat bernafsu memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Ketika tentara buldozer Israel telah pergi, apa yang dilakukan oleh keluarga Ihaidoon? Amar, kepala keluarga langsung menanam dua buah pohon di halamannya. Ia akan segera membangun kembali rumahnya dalam waktu dekat. Yerusalem, ujarnya, adalah milik Palestina.

"Tidak, kami tidak akan pergi," Samia berkata. "Mengapa kami harus pergi dari sini? Ini rumah kami. Tanah kami. Bahkan jika kami harus mendirikan sebuah tenda di sini, dan tinggal di sini, ini tanah Palestina." (sa/bbc)


Wednesday, May 14, 2008

Perhimpunan 60 tahun ‘Nakbah Palestin’ di bangunan PBB, 16 Mei

HR9808@IKRAR - adalah wadah bebas bukan partisan yang memfokus kepada kebajikan rakyat(Mulai 22 Apr - bagi tujuan resmi HR9808 menggunakan singkatan
IKRAR (Ikatan Kebajikan Rakyat)

15 May.

Kepada sdr/sdri yang prihatin atas nasib rakyat Palestin, sila hadir bersama dalam perhimpunan ini...Nasib rakyat yang tertindas di mana sahaja adalah akibat dari kerakusan dan kerendahan adab manusia. Semoga sdr/sdri dapat menyokong perjuangan ini.. ..

Perhimpunan 60 tahun ‘Nakbah Palestin’ di bangunan PBB, 16 Mei

KUALA LUMPUR, 14 Mei (Hrkh) - Satu perhimpunan sempena 60 tahun ‘Nakbah Palestin’ akan diadakan di bangunan Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB), Damansara, Jumaat 16 Mei ini.

Perhimpunan yang diadakan sempena kekejaman regim Israel ke atas Palestin itu bermula jam 11.00 pagi, sebelum penyerahan petisyen dan 100,000 tanda tangan kepada PBB bagi membantah tindakan Israel yang menindas rakyat di bumi Palestin sejak 60 tahun lalu.

15 Mei 1948, penubuhan negara haram Israel di atas bumi Palestin telah diisytiharkan secara rasminya dan turut dikenali sebagai ‘nakbah’ yang bermaksud malapetaka atau bencana besar.

Dalam peristiwa tersebut, Zionis telah bertindak kejam dengan mengusir lebih daripada 60 peratus rakyat Palestin (lebih kurang 800 ribu orang daripada sejumlah 1.39 juta) ke luar negara, manakala 30 ribu lagi diusir ke daerah-daerah yang ditakluki mereka.

Daripada jumlah 580 perkampungan rakyat Palestin yang wujud sebelum perang 1948, rejim Zionis telah menghancurkan 478 buah kampung serta terlibat dalam lebih 34 jenayah pembunuhan beramai-ramai rakyat Palestin.

Sehubungan itu, wakil penganjur, Azmi Abdul Hamid, yang juga Presiden Teras berkata orang ramai dijemput hadir Jumaat ini bagi menyatakan sokongan serta membantah kekejaman regim Israel tersebut. - mns